This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 12 Januari 2020

KD 5 DIAGNOSA KERUSAKAN PADA SISTEM STARTER


DIAGNOSA KERUSAKAN PADA SISTEM STARTER

Berikut adalah diagnosa kerusakan pada sistem starter:
1.    Motor starter berputar  tapi sangat lemah
Penyebab dan penangannya :
§  Baterai lemah, perlu dicharge kembali
§  Hubungan utama pada magnetic switch kurang baik (longgar), perlu dikencangkan.
§  Adanya hubungan singkat pada armatur coil, armatur coil harus diganti
§  Commutator aus, perlu diganti
§  Brush aus, ganti brush
§  Spring brush lemah, ganti
§  Bushing aus, ganti
2.    Motor starter berputar tapi tidak memutarkan mesin
§  Ujung pinion aus
§  Over running clutch macet / selip
§  Gear fly wheel aus
§  Selenoid aus.
3.    Motor starter menimbulkan suara yang sangat berisik
§  Pengikat rumah fly wheel dan motor starter longgar
§  Brush aus
§  Pinion dan fly wheel aus
§  Pinion macet
§  Bushing karet perlu dilumasi
§  Over running clutch aus
4.    Motor starter berputar terus
§  Plat kontak selenoid terhubung terus (lengket).
§  Kunci kontak macet
5.    Gigi pinion kembali dengan lambat
§  Pegas pengembali lemah / rusak
§  Drive lever rusak
6.    Magnetic switch tidak bisa bekerja
§  Baterai lemah
§  Hubungan terminal baterai lemah
§  Sekring putus
§  Tidak ada hubungan kunci kontak dengan magnetic switch
§  Plunger macet


KD 4 CAR AUDIO VIDEO SYSTEM


BAB 18
CAR AUDIO VIDEO SYSTEM


Car audio video system yang ada pada kendaraan adalah merupa-kan suatu sistem car entertaiment yang berfungsi untuk memberikan hiburan pada pengendara agar tidak mengalami kebosanan dijalan.
Dalam sejarah perkembangan sistem hiburan pada kendaraan bermotor yang pada awalnya hanya dipasang sebuah radio, disamping sebagai hiburan juga sebagai infor-masi melalui siaran radio. Akan tetapi muncul kendala manakala posisi kendaraan jauh dari pusat pemancar radio, gelombang radio yang dipancarkan tidak dapat diterima dengan baik bahkan sama sekali tidak dapat diterima, sehingga radio tidak dapat difungsikan.





Dari pemikiran tersebut dicipta-kanlah kombinasi antara radio dan player kaset tape untuk dipasang pada kendaraan bermotor, yang pada akhirnya terus berkembang kominasi-kombinasi yang baru, yang mengu-sung CD, VCD, DVD, MP3 dan MP4 kedalam perangkat head unit pada sistem audio di kendaraan.
Tidak ketinggalan pula mulai diusungnya layar monitor maupun TV kedalam kendaraan, sehingga lengkaplah kalau kita namakan Car Audio Vidio System.
Pada sistim car audio dikenal dengan dua istilah yang sangat populer yaitu SPL (Sound Pressure Level) dan SQ (Sound Quality).
Pada car audio dengan kategori SPL lebih menekankan kekuatan dan kekencangan suara yang dihasilkan, sedangkan pada kategori SQ lebih menekankan kehalusan atau kualitas suara yang di hasilkan.





18.1 Komponen Car Audio Video

Car Audio Video bukanlah suatu sistem dengan komponen tunggal, akan tetapi terdiri dari perpaduan antara beberapa komponen antara lain:






18.1.1 Head Unit

Head unit adalah perangkat utama dari car audio video, karena pada head unit inilah diolah dan dikeluarkan sinyal audio maupun video yang selanjutnya dikirimkan ke komponen-komponen yang lain seperti amplifier, speaker dan lain-lain.
Pada awalnya head unit hanya terdiri dari radio, akan tetapi sesuai perkembangan teknologi head unit dikembangkan tidak lagi hanya sebagai radio, akan tetapi dikombinasikan dengan cassette player, CD/VCD/DVD player bahkan yang terbaru sudah merupakan produk kombinasi dari semua sistem yang disebut multi media. Head unit pada sistem ini tidak hanya sebagai penyedia layanan audio vidio, akan tetapi juga digunakan sebagai sistem navigasi dan net on car.


18.1.2 Speaker
Speaker pada car audio video system berfungsi untuk merubah getaran sinyal audio yang berupa sinyal listrik menjadi suara melalui membran sehingga suara dapat didengarkan.


Untuk mempelajari secara detail download materi melalui link berikut:
https://drive.google.com/file/d/1DnCEKtaVsGJO1tW0Qh9xAmariLDv8YW9/view?usp=sharing

KD 3 SISTEM PENDINGIN AC


SISTEM PENDINGIN AC


14.1.   Pendahuluan
Air conditioner merupakan peralatan untuk memelihara udara di dalam ruangan agar temperatur dan kelembabannya sesuai dengan yang dikehendaki. Bila di dalam ruangan temperaturnya rendah maka panas akan diberikan sehingga temperaturnya naik (pemanasan) dan bila temperatur di dalam ruangan tinggi maka panas di dalam ruangan akan diturunkan (pendinginan). Kelembaban dikurangi atau ditambah demi kenyamanan. Selain itu sistem pengkondisian udara juga mengontrol sirkulasi udara, memurnikan udara (air purifier), menghilangkan gangguan semacam pembekuan dan pengembunan di permukaan kaca.




14.2.   Komponen Sistem AC
Komponen dasar dari sistem pendingin dalam kendaraan terdiri dari kompresor, kondensor, receiver/dryer, katup ekspansi dan evaporator. Ada juga komponen lain agar sistem AC dapat bekerja sempurna yaitu unit kopling magnet (magnetic clutch), blower untuk menghembuskan udara pada evaporator, saringan udara untuk membersihkan udara yang dihisap blower, kontrol panel, sistem anti pembekuan, pencegah mesin mati dan lain-lain.






Untuk mempelajari secara detail materi ini silahkan download melalui link berikut: https://drive.google.com/file/d/1Dci6Oc4HaXcUmRnCM8EBzx9dL76tusDu/view?usp=sharing

KD 2 SISTEM PENGAMAN


SISTEM PENGAMAN 

6.1.            Pendahuluan
Listrik mengalir dalam suatu rangkaian dengan besar arus tertentu sesuai dengan besarnya tahanan pada rangkaian tersebut. Penghantar atau kabel dalam suatu rangkaian listrik mempunyai kemampuan tertentu dalam mengalirkan arus listrik. Apabila besarnya arus yang mengalir melebihi kemampuan kabel, maka kabel akan terbakar akibat energi listrik berlebihan yang menyebabkan terjadinya panas. Kelebihan arus dalam suatu rangkaian dapat disebabkan oleh hubungan singkat, kelebihan beban, dan lain-lain. Untuk mencegah terjadinya kerusakan pada rangkaian akibat kelebihan arus, maka pada rangkaian kelistrikan dilengkapi dengan pengaman rangkaian.




Pengaman rangkaian digunakan untuk mencegah kabel-kabel, soket-soket, dan jaringan kelistrikan lainnya dari kerusakan akibat kelebihan arus yang mengalir pada rangkaian yang disebabkan oleh hubungan singkat dan kelebihan beban. Kelebihan arus yang menyebabkan terjadinya panas dapat menyebabkan kabel putus dan yang lebih berbahaya lagi dapat menyebabkan kebakaran. Pengaman rangkaian sangat sensitif terhadap arus (bukan tegangan) dan ditunjukkan dengan kapasitas atau kemampuannya membatasi arus. Komponen pengaman biasanya dipasang dekat dengan sumber arus pada rangkaian yang diamankannya sehingga saat terjadi gangguan pada rangkaian, bagian ini adalah bagian yang pertama kali diperiksa.
6.2.            Macam-macam Komponen Sistem Pengaman Rangkaian Kelistrikan
Ada beberapa macam komponen yang termasuk dalam komponen pengaman, yaitu sekering (fuse), sambungan pengaman (fusible link), dan pemutus rangkaian (circuit breaker). Berikut diuraikan tentang komponen-komponen sistem pengaman tersebut.


Sekering adalah komponen pengaman yang banyak digunakan sebagai pencegah kerusakan rangkaian akibat kelebihan arus. Sekering mempunyai bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Hampir semua rangkaian selain rangkaian lampu kepala, sistem starter, dan sistem pengapian mendapatkan arus melalui kotak sekering. Tegangan baterai diberikan melalui bagian batang penghantar utama. Salah satu ujung sekering dihubungkan dengan bagian tersebut dan satu ujung lainnya dihubungkan dengan rangkaian yang diamankannya.



Kapasitas sekering yang ada adalah 0,5 sampai 35 amper dan yang paling banyak digunakan adalah 7,5 sampai 20 amper. Sekering yang dipasangkan pada rangkaian akan putus jika dialiri arus yang melebihi kapasitasnya. Bagian logam yang meleleh dan putus pada sekering akan menyebabkan terjadinya rangkaian terbuka sehingga arus tidak lagi mengalir pada rangkaian tersebut dan rangkaian tidak dapat bekerja. Untuk mengaktifkan rangkaian tersebut, sekering yang putus harus diganti dengan yang baru. Ukuran elemen logam yang dapat meleleh menentukan kapasitas sekering. Untuk mempelajari materi secara detail silahkan download materi ini melalui link berikut: https://drive.google.com/file/d/1Ml4xlbDuGvlAcXG98Rf18y1uD5SHYB-s/view?usp=sharing






KD 1 MENERAPKAN CARA PERAWATAN SISTEM PENERANGAN



SISTEM PENERANGAN



10.1.   Pendahuluan
Penerangan yang digunakan di kendaraan diklasifikasikan berdasarkan tujuannya: untuk penerangan, untuk tanda atau informasi. Contoh, lampu depan digunakan untuk penerangan di malam hari, lampu tanda belok untuk memberitahukan kendaraan lain atau pejalan kaki bahwa kendaraan akan membelok dan lampu belakang untuk informasi posisi keberadaan mobil. Selain sistem penerangan secara umum, kendaraan dilengkapi dengan berbagai macam fungsi tergantung kelas kendaraan dan di negara mana kendaraan tersebut beroperasi.



Sistem penerangan pada kendaraan dalam bekerjanya harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku terutama menyangkut kode warna lampu sistem penerangan. Kode warna ini berlaku secara internasional. Berikut merupakan aturan sistem penerangan pada kendaraan di Indonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi.

10.2.   Nama Komponen dan fungsinya.
  


  
Berikut ini merupakan komponen sistem penerangan yang lengkap termasuk sistem utama yaitu lampu kepala, lampu kota, lampu tanda belok dan tanda bahaya. Namun untuk pembahasan sistem di luar sistem utama akan dijelaskan pada bab tersendiri yaitu Bab 13 tentang Sistem Kelistrikan Tambahan.
1.      Lampu depan dan lampu kabut depan
2.      Kombinasi lampu belakang (lampu kabut belakang)
3.      Kontrol lampu dan saklar kombinasi (saklar lampu tanda belok, saklar lampu kabut depan/belakang)
4.      Lampu tanda belok dan lampu tanda bahaya
5.      Saklar tanda bahaya
6.      Flasher tanda belok untuk meneruskan arus ke lampu tanda belok dan tanda bahaya secara terputus-putus
7.      Sensor lampu mati untuk memberi tanda jika salah satu lampu putus
8.      Relai gabungan
9.      Sensor kontrol lampu otomatis untuk mendeteksi tingkat cahaya di sekitar kendaraan agar lampu dinyalakan atau dimatikan secara otomatis
10.   Saklar kontrol tingkat lampu jauh untuk mendeteksi jarak pancaran lampu
11.   Penggerak kontrol tingkat lampu jauh
12.   Lampu Interior
13.   Saklar courtesy pintu
14.   Penerangan kunci kontak


Untuk lebih detailnya mempelajari materi ini silahkan download materi ini melalui alamat link berikut: https://drive.google.com/file/d/1XgnowDZE3OKdLyyDf--Kh833OgWdd2IU/view?usp=sharing