MENERAPKAN
PERAWATAN SISTEM PENGAMAN
6.1.
Pendahuluan
Listrik mengalir dalam suatu rangkaian dengan besar arus
tertentu sesuai dengan besarnya tahanan pada rangkaian tersebut. Penghantar
atau kabel dalam suatu rangkaian listrik mempunyai kemampuan tertentu dalam
mengalirkan arus listrik. Apabila besarnya arus yang mengalir melebihi kemampuan
kabel, maka kabel akan terbakar akibat energi listrik berlebihan yang
menyebabkan terjadinya panas. Kelebihan arus dalam suatu rangkaian dapat
disebabkan oleh hubungan singkat, kelebihan beban, dan lain-lain. Untuk
mencegah terjadinya kerusakan pada rangkaian akibat kelebihan arus, maka pada
rangkaian kelistrikan dilengkapi dengan pengaman rangkaian.
Pengaman rangkaian digunakan untuk mencegah kabel-kabel,
soket-soket, dan jaringan kelistrikan lainnya dari kerusakan akibat kelebihan
arus yang mengalir pada rangkaian yang disebabkan oleh hubungan singkat dan
kelebihan beban. Kelebihan arus yang menyebabkan terjadinya panas dapat
menyebabkan kabel putus dan yang lebih berbahaya lagi dapat menyebabkan
kebakaran. Pengaman rangkaian sangat sensitif terhadap arus (bukan tegangan)
dan ditunjukkan dengan kapasitas atau kemampuannya membatasi arus. Komponen
pengaman biasanya dipasang dekat dengan sumber arus pada rangkaian yang
diamankannya sehingga saat terjadi gangguan pada rangkaian, bagian ini adalah
bagian yang pertama kali diperiksa.
6.2.
Macam-macam Komponen Sistem Pengaman Rangkaian Kelistrikan
Ada beberapa macam komponen yang termasuk dalam komponen
pengaman, yaitu sekering (fuse), sambungan pengaman (fusible link), dan pemutus rangkaian (circuit breaker). Berikut diuraikan tentang komponen-komponen sistem
pengaman tersebut.
6.2.1. Sekering (fuse)
Sekering adalah komponen pengaman yang banyak digunakan
sebagai pencegah kerusakan rangkaian akibat kelebihan arus. Sekering mempunyai
bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang dilindungi oleh badan
sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Hampir semua
rangkaian selain rangkaian lampu kepala, sistem starter, dan sistem pengapian
mendapatkan arus melalui kotak sekering. Tegangan baterai diberikan melalui
bagian batang penghantar utama. Salah satu ujung sekering dihubungkan dengan
bagian tersebut dan satu ujung lainnya dihubungkan dengan rangkaian yang
diamankannya.
Kapasitas sekering yang ada adalah 0,5 sampai 35 amper dan
yang paling banyak digunakan adalah 7,5 sampai 20 amper. Sekering yang
dipasangkan pada rangkaian akan putus jika dialiri arus yang melebihi
kapasitasnya. Bagian logam yang meleleh dan putus pada sekering akan
menyebabkan terjadinya rangkaian terbuka sehingga arus tidak lagi mengalir pada
rangkaian tersebut dan rangkaian tidak dapat bekerja. Untuk mengaktifkan
rangkaian tersebut, sekering yang putus harus diganti dengan yang baru. Ukuran
elemen logam yang dapat meleleh menentukan kapasitas sekering.
Gambar 6.3. Rangkaian tidak bekerja jika sekering putus
Sekering dipasang pada kontak sekering dan biasanya
digabungkan dengan komponen-komponen pengaman lainnya dan relai-relai.
Pemasangkan kotak sekering ini biasanya di bawah dashboard, di ruang dekat mesin, di sebelah kiri panel kaki penumpang
atau sebelah kanan panel kaki pengemudi. Kotak sekering selalu dilengkapi
dengan tutup kotak sekering sebagai pelindung sekering dan komponen lain yang
ada di dalamnya. Pada tutup sekering biasanya tertera gambar lokasi dan posisi
tiap sekering, relai, dan komponen lainnya yang berada di dalamnya.
Gambar 6.4. Letak kotak sekering pada kendaraan
Gambar 6.5. Kotak sekering dan tutup
Sekering yang dipakai pada kendaraan dapat dikelompokan
menjadi dua macam, yaitu sekering tipe tabung kaca (cartridge) dan sekering tipe bilah (blade). Sekering tipe tabung kaca berbentuk silinder yang pada
bagian ujungnya terdapat penutup yang terbuat dari logam yang di dalamnya juga
terhubung dengan elemen logam pengaman. Sekering jenis bilah bentuknya pipih
dengan dua kaki yang dapat diselipkan pada dudukan sekering. Kaki sekering
tersebut satu sama lain terhubung melalui elemen logam tipis sebagai elemen
pengaman.
Sekering model bilah adalah model sekering yang sekarang
banyak digunakan. Sekering model bilah bentuknya kecil tipis dan rumah sekering
yang transparan. Kapasitas arus pada sekering model bilah ini ditunjukkan oleh
angka yang terdapat pada punggung sekering. Selain dengan nilai yang tertera
pada punggung sekering, kapasitas sekering ini juga ditunjukkan dengan warna
rumah sekering tersebut. Berikut adalah warna badan sekering yang menujukkan
nilai kapasitas dari sekering yang berukuran standar dan mini.
Untuk mempelajari materi secara detail silahkan klik link
berikut ini : https://drive.google.com/file/d/1Ml4xlbDuGvlAcXG98Rf18y1uD5SHYB-s/view?usp=sharing














0 komentar:
Posting Komentar