SISTEM STARTER (STARTING
SYSTEM)
7.1.
Pendahuluan
Saat mesin dalam keadaan mati, tidak ada tenaga yang
dihasilkannya. Karena itu mesin tidak dapat memutarkan dirinya sediri pada saat
akan dihidupkan. Tenaga untuk memutarkan mesin pertama kali harus berasal dari
luar mesin. Gerakan awal untuk memutarkan mesin diperlukan untuk melakukan
proses kerja mesin mulai dari langkah isap, kompresi (saat akhir langkah
kompresi busi memercik pada motor bensin atau bahan bakar diinjeksikan pada
motor diesel), kemudian usaha (terjadi pembakaran) sehingga mesin dapat hidup,
dan langkah buang. Jadi yang memberikan tenaga pertama kali untuk melakukan
proses kerja mesin berasal dari luar mesin. Sistem yang memberikan tenaga awal
untuk menghidupkan mesin disebut dengan sistem starter.
Gambar di atas memperlihatkan mesin sebuah kendaraan. Motor
starter pada mesin tersebut terletak di bagian belakang mesin karena saat
bekerja motor starter harus berkaitan dengan roda penerus (flywheel)
pada mesin tersebut. Jika motor starter bekerja atau berputar, roda gigi (pinion
gear) pada motor starter memutarkan roda penerus sehingga poros engkol
berputar. Gerakan putar inilah yang menyebabkan piston bergerak untuk melakukan
proses isap, kompresi, usaha, dan buang sehingga mesin dapat hidup. Sistem
starter pada kendaraan meliputi beberapa komponen yaitu motor starter, kunci
kontak, baterai, dan kabel-kabel penghubung antar komponen (harness).
Sumber energi untuk menggerakan motor starter berasal dari baterai.
Sistem starter bekerja untuk
mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi gerak (mekanik/putaran).
Komponen utama untuk mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik adalah motor listrik. Motor ini harus dapat membangkitkan momen puntir yang besar untuk dapat memutarkan mesin saat pertama kali dihidupkan. Kecepatan minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung dari konstruksi dan kondisi kerja mesin.
menjadi energi mekanik adalah motor listrik. Motor ini harus dapat membangkitkan momen puntir yang besar untuk dapat memutarkan mesin saat pertama kali dihidupkan. Kecepatan minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung dari konstruksi dan kondisi kerja mesin.
7.1.1. Prinsip Dasar Sistem Starter
Motor starter memanfaatkan medan magnet yang terjadi akibat
aliran arus listrik dalam suatu penghantar untuk menghasilkan tenaga mekanik
sebagai penggerak awal mesin. Jika arus mengalir pada suatu penghantar menjauhi
kita, medan magnet yang dibangkitkan searah dengan jarum jam. Sebaliknya, jika
arus mengalir pada penghantar mendekati kita, maka medan magnet yang
dibangkitkan berlawanan arah dengan jarum jam.
Gambar 7.2. Arah aliran arus
dan arah medan magnet yang dihasilkan
Jika penghantar yang dialiri arus listrik seperti
ditunjukkan gambar di atas ditempatkan di dalam suatu medan magnet (gambar di
bawah), maka garis-garis gaya magnet dari kutub utara ke kutub selatan akan
berbelok mengikuti arah garis gaya magnet yang berasal dari penghantar.
Garis-garis gaya magnet dari kutub utara ke selatan tersebut akan berbelok ke
bagian atas penghantar. Apabila garis-garis gaya magnet yang berbelok itu
diumpamakan sebagai karet, maka karet itu akan mendorong penghantar ke arah
bawah. Demikian juga dengan garis-garis gaya magnet tersebut akan mendorong
penghantar untuk bergerak atau terlempar ke bawah.
Arah gerakan penghantar yang dialiri arus digambarkan
dengan hukum tangan kiri Fleming. Jari telunjuk menggambarkan arah medan magnet
dari utara ke selatan, jari tengah menunjukkan arah arus, dan ibu jari
menunjukkan arah gerakan penghantar. Pada gambar di atas, arah aliran arus
adalah meninggalkan kita sehingga medan magnet berbelok ke atas dan mendorong
penghantar bergerak ke bawah. Jika penghantar tersebut dibentuk seperti huruf U
(gambar 7.4 a) dan diletakkan dalam suatu medan magnet, maka arah aliran
arusnya ada dua yaitu mendekati dan menjauhi kita. Kedua arah arus ini akan
membentuk medan magnet yang arahnya berbeda pula sehingga garis-garis gaya
magnet (gambar 7.4 c) akan berbelok ke arah bawah (pada arus yang mendekati
kita) dan berbelok ke atas (pada arus yang meninggalkan kita). Hal ini akan
menimbulkan arah gerakan penghantar yang berbeda, satu ke atas dan satu ke
bawah.
Gambar 7.4.
Penghantar dengan bentuk U dalam medan magnet
Gerakan
naik dan turun ini hanya terjadi satu kali saja karena arus tidak dapat berubah
arah dengan sendirinya. Untuk mendapatkan putaran yang kontinyu, gerakan ini
harus terjadi berulang-ulang dengan cepat dan arah arus yang mendekati kita
harus selalu berada di sisi sebelah kiri (gambar 7.4 c) dan arus yang
meninggalkan kita harus selalu berada di sisi sebelah kanan. Untuk itu, maka
dipasang suatu komponen yang berfungsi untuk menjamin sisi sebelah kiri adalah
arus yang mendekati kita dan sebelah kanan adalah arus yang meninggalkan kita.
Komponen ini adalah cincin belah (komutator) yang dipasang pada ujung
penghantar. Satu segmen untuk sisi kiri dan satu segmen untuk sisi kanan
(gambar 7.5). Pada masing-masing segmen komutator terdapat sikat. Sikat
berfungsi untuk mengalirkan arus dari baterai ke komutator.
Apabila penghantar sebelah kiri terdorong ke atas dan yang
sebelah kanan terdorong ke bawah, maka kedua penghantar tersebut juga
menyebabkan komutator ikut berputar pada porosnya. Komutator akan berputar searah
jarum jam, dan komutator yang berhubungan dengan sikat negatif akan bergerak
menjauhi sikat negatif, begitu pula komutator yang berhubungan dengan sikat
posistif akan menjauhi sikat posistif. Karena efek putaran ini, komutator yang
bertanda negatif akan mendekati sikat positif dan kemudian terhubung dengan
sikat positif. Sekarang, komutator yang semula berhubungan dengan sikat negatif
berganti dan berhubungan dengan sikat positif dan komutator yang semula
berhubungan dengan sikat positif berganti dan berhubungan dengan sikat negatif.
Proses tersebut terjadi secara berulang sehingga kumparan akan terus berputar.
Motor
starter yang digunakan pada kendaraan umumnya menggunakan magnet tidak
permanen. Medan magnet dihasilkan dari kumparan pada field
coil atau kumparan medan yang dialiri arus. Gambar 7.6 memperlihatkan
dasar motor starter. Penghantar dililitkan pada inti besi untuk menghasilkan
medan magnet kutub utara (N = north)
dan dihubungkan lagi dengan inti besi lainnya untuk menghasilkan medan magnet
kutub selatan (S =south),
kemudian penghantar tersebut dihubungkan dengan komutator, dan komutator
lainnya ke negatif baterai. Saat motor bekerja arus mengalir dari terminal
positif baterai ke kumparan medan (N), ke kumparan medan (S), ke komutator
positif, ke kumparan pada armatur, ke komutator negatif, kemudian ke massa
(negatif baterai). Akibatnya terjadi medan magnet pada kedua inti besi kumparan
medan, dan arus yang mengalir melalui kumparan armatur juga akan menghasilkan
medan magnet dan efeknya adalah terjadi fenomena seperti yang telah digambarkan
pada gambar 7.4.c. Maka armatur atau penghantar berputar seperti juga yang
telah dijelaskan melalui gambar 7.5.
Untuk lebih jelas dan detail mempelajari materi
ini silahkan download materi dengan link : https://drive.google.com/file/d/1q7l_zGwzGHQQb9i75PP1Z2OSTKJptbqN/view?usp=sharing












0 komentar:
Posting Komentar